PERAN ALAT BUKTI PETUNJUK VISUM ET REVERTUM DALAM MENGUNGKAP PERKARA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (STUDI POLRES LABUHANBATU)

SAHRUL PANJAITAN, NPM 2302503169 (2026) PERAN ALAT BUKTI PETUNJUK VISUM ET REVERTUM DALAM MENGUNGKAP PERKARA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (STUDI POLRES LABUHANBATU). Skripsi thesis, Universitas Labuhanbatu.

[img] Text
COVER.pdf

Download (567kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (140kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (176kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (96kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (169kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (99kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (135kB)

Abstract

Kejahatan merupakan perbuatan yang menyalahi etika dan moral sehingga dari suatu kejahatan yang dilakukan seseorang maka tentu perbuatan tersebut memiliki dampak yang sangat merugikan orang lain selaku subjek hukum Penganiayaan adalah salah satu hal yang paling sulit untuk dihilangkan di Indonesia. Dalam kehidupan sosial, tindakan penganiayaan yang sering terjadi seperti pemukulan dan kekerasan fisik sering mengakibatkan cedera sebagian tubuh atau anggota tubuh korban. Metode Penelitian yang penulis gunakan yaitu Penelitian hukum normatif empiris, merupakan penelitian yang mengkaji pelaksanaan atau implementasi ketentuan hukum positif (perundang-undangan) dan dokumen tertulis secara in action (faktual) pada suatu setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat. Penerapan hukum terhadap tindak pidana penganiayaan Pasal 351 KUHP) di Polres Labuhanbatu berjalan dengan mengutamakan pembuktian unsur kesengajaan, dampak luka, dan alat bukti petunjuk visum et repertum. Penerapan hukum tindak pidana penganiayaan menurut hasil penelitian yang penulis lakukan berdasarkan studi kasus LP / B / 1420 / X/ 2024 /SPKT /Res- Labuhanbatu /Polda Sumut, Pelaku dikenakan pada Pasal 351 ayat 1 KUHPidana. Pada Proses Penyidikan dalam pemenuhan pelaku telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana penaganiayaan, diantaranya: Unsur Barang Siapa, Unsur dengan Sengaja dan unsur rasa sakit atau mengakibatkan luka masing masing unsur tindak pidana penganiayan dalam perkara ini telah terpenuhi. Peranan Alat Bukti Petunjuk yang diberikan dalam Visum Et Repertum pada tahap penyidikan di Polres Labuhanbatu tentang tindak pidana penganiayaan berdasarkan : LP/ B/ 1420/ X/ 2024/ SPKT/ RES LABUHANBATU /POLDA SUMUT, tanggal 29 Oktober 2024 Pelapor An. Inisial AA Als TATIN sebagaimana yang dijelaskan oleh dr. Muhammad Aidil Fadly yaitu Hasil Visum Et Repertum yaitu: -Luka – luka robek di bibir bagian bawah sebelah kanan panjang nol koma lima sentimeter, panjang nol koma empat sentimeter dengan kedalaman nol koma satu sentimeter. -Luka robek dilipatan bibir bagian kanan panjang nol koma lima sentimeter, lebar nol koma tiga sentimeter, lebar nol koma satu sentimeter. Dari hasil Visum tersebut hal ini yang menjadikan kedudukan Visum Et Repertum menjadi salah satu alat bukti petunjuk yang sangat penting dan harus ada dalam setiap pemeriksaan perkara mulai dari penyidikan di tingkat kepolisian hingga sampai ditahap persidangan. Diharapkan agar terjalinnya komunikasih yang intensif dengan menerapkan Kolaborasi antara Polisi dan masyarakat dalam Pemanfaatan Forum Kemitraan Mengaktifkan forum komunikasi Polisi-Masyarakat (seperti Bhabinkamtibmas) untuk mediasi potensi konflik sosial maupun dalam kegiatan sosilisasi penyuluhan hukum. Kata Kunci: Peranan Alat Bukti, Visum Et Repertum, Tindak Pidana Penganiayaan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Peranan Alat Bukti, Visum Et Repertum, Tindak Pidana Penganiayaan
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Hukum
Depositing User: Unnamed user with email repository@ulb.ac.id
Date Deposited: 24 Apr 2026 07:56
Last Modified: 24 Apr 2026 07:56
URI: http://repository.ulb.ac.id/id/eprint/2154

Actions (login required)

View Item View Item