ANGEL YELI MARIANA MARPAUNG, NPM 2202100009 (2026) KAJIAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA NARKOTIKA YANG DILAKUKAN BERULANG DITINJAU DARI PERSPEKTIF KRIMINOLOGI (STUDI PUTUSAN NOMOR : 103/PID.SUS/2025/PN.RAP). Skripsi thesis, Universitas Labuhanbatu.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (350kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (612kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (244kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (596kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (8kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (133kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (449kB) |
Abstract
Tindak pidana narkotika merupakan salah satu bentuk kejahatan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi serta berdampak luas terhadap kehidupan sosial masyarakat. Salah satu permasalahan yang sering muncul dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika adalah adanya pelaku yang melakukan kejahatan secara berulang (residivis). Penelitian ini menggunakan pendekatan normative empiris yaitu mengkaji norma hukum yang berlaku serta menghubungkannya dengan fakta yang terjadi di lapangan. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan kriminologi. Dari hasil penelitian yang penulis uraikan pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulannya adalah Pengaturan Tindak Pidana Narkotika Menurut Pertauran Perundang-undangan dengan jenis tindakan ini dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan aturan sesuai pada “Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi :Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman bertanya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga). Dalam putusan Nomor 103/Pid.Sus/2025/PN.RAP, hakim dalam menjatuhkan putusan telah mempertimbangkan unsur-unsur tindak pidana, alat bukti, serta keadaan yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Dari perspektif kriminologi, penanggulangan residivisme narkotika tidak cukup hanya melalui pemidanaan, melainkan perlu diimbangi dengan pendekatan rehabilitas dan pencegahan guna menekan angka pengulangan tindak pidana. Kata Kunci : Tindak Pidana Narkotika Dilakukan Berulang, Kriminologi ============================================================================================= Narcotics crimes constitute a form of criminal activity characterized by a high level of complexity and wide-ranging impacts on social life. One of the recurring issues in the enforcement of narcotics law is the presence of offenders who repeatedly commit crimes (recidivists). This study employs a normative-empirical approach in practice. The approaches used in this research include the statutory approach, case approach, and criminological approach. Based on the findings discussed in the previous chapters, it can be concluded that the regulation of narcotics crimes under statutory law allows such acts to be subject to criminal sanctions in accordance with Article 114 paragraph (2) of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics . this provision stipulates that in cases onvolving offering for sale, selling, purchasing, acting as an intermediary in the sale and purchase, exchanging, delivering, or receiving Category I narcotics exceeding the specified threshold, the offender may be subject to the death penalty, life imprisonment, or imprisonment for a minimum of six (6) years and a maximum of twenty (20) years, along with an increased fine of one-third of the maximum fine as regulated in paragraph (1). In decision number 103/Pid.Sus/2025/PN.RAP, the judge, in rendering the verdict, has considered the elements of the criminal offense, the available evidence, as well as aggravating and mitigating circumstances of the defendant. From a criminological perspective, efforts to address narcotics recidivism should not rely solely on punitive measures but must also be balanced with rehabilitation and preventive approaches in oerder to reduce the rate of reoffending. Keywords : Recidivism Narcotics Offenses, Criminological Perspective
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tindak Pidana Narkotika Dilakukan Berulang, Kriminologi============Recidivism Narcotics Offenses, Criminological Perspective |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Hukum |
| Depositing User: | Unnamed user with email repository@ulb.ac.id |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 03:03 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 03:03 |
| URI: | http://repository.ulb.ac.id/id/eprint/2160 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
