IZNI KHOIRUM, NPM 2202100039 (2026) ANALISIS HUKUM EFEKTIVITAS PROGRAM REHABILITASI BERBASIS PELATIHAN VOKASI DALAM PENCEGAHAN RESIDIVISME NARAPIDANA (STUDI PROGRAM PEMBUATAN ROTI DI LAPAS KELAS IIA RANTAUPRAPAT). Skripsi thesis, Universitas Labuhanbatu.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (133kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (348kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (282kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (338kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (98kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (119kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program rehabilitasi berbasis pelatihan vokasi dalam pencegahan residivisme narapidana, dengan studi pada program pembuatan roti di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Rantauprapat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih tingginya angka residivisme di Indonesia yang menunjukkan perlunya optimalisasi program pembinaan narapidana, khususnya dalam aspek kemandirian ekonomi melalui pelatihan keterampilan kerja. Secara yuridis, pelaksanaan pembinaan narapidana berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta peraturan pelaksana lainnya yang menekankan pentingnya rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum dengan pendekatan kualitatif, yang mengkaji kesesuaian antara norma hukum dengan implementasi di lapangan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, program pelatihan vokasi telah memiliki dasar hukum yang jelas dan mendukung upaya pencegahan residivisme. Implementasi program pembuatan roti di Lapas Kelas IIA Rantauprapat merupakan bentuk pembinaan kemandirian yang memberikan keterampilan praktis bagi narapidana. Namun, efektivitas program ini masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kesinambungan program, serta minimnya dukungan pasca pembebasan. Meskipun demikian, program ini memiliki potensi yang signifikan dalam menekan angka residivisme apabila dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan kebijakan reintegrasi sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa program rehabilitasi berbasis pelatihan vokasi, khususnya pembuatan roti, merupakan instrumen yang efektif dalam mendukung tujuan pemasyarakatan, namun memerlukan penguatan dalam aspek implementasi dan kebijakan lanjutan agar dapat memberikan dampak optimal dalam pencegahan residivisme narapidana. Kata kunci: Rehabilitasi, Pelatihan Vokasi, Residivisme, Pemasyarakatan, Narapidana ================================================================= This study aims to analyze the effectiveness of vocational training-based rehabilitation programs in preventing recidivism among inmates, with a case study of the bread-making program at Class IIA Correctional Institution Rantauprapat. The background of this research is based on the relatively high rate of recidivism in Indonesia, indicating the need to optimize inmate development programs, particularly in enhancing economic independence through vocational skills training. Juridically, inmate rehabilitation is grounded in Law Number 22 of 2022 concerning Corrections and its implementing regulations, which emphasize the importance of rehabilitation and social reintegration. This research employs a legal research method with a qualitative approach, examining the conformity between legal norms and their implementation in practice. Data were collected through library research and field studies, and analyzed using a descriptive-analytical method. The results show that normatively, vocational training programs have a clear legal basis and support efforts to prevent recidivism. The implementation of the bread-making program at Class IIA Correctional Institution Rantauprapat represents a form of self-reliance development that provides practical skills for inmates. However, the effectiveness of this program is influenced by several factors, such as limited facilities and infrastructure, program sustainability, and the lack of post-release support. Nevertheless, this program has significant potential to reduce recidivism if implemented sustainably and integrated with social reintegration policies. In conclusion, vocational training-based rehabilitation programs, particularly bread-making training, are effective instruments in supporting the objectives of the correctional system. However, they require strengthening in terms of implementation and follow-up policies to achieve optimal impact in preventing inmate recidivism. Keywords: Rehabilitation, Vocational Training, Recidivism, Correctional System, Inmates
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Rehabilitasi, Pelatihan Vokasi, Residivisme, Pemasyarakatan, Narapidana===============Rehabilitation, Vocational Training, Recidivism, Correctional System, Inmates |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Hukum |
| Depositing User: | Unnamed user with email repository@ulb.ac.id |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 03:58 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 03:58 |
| URI: | http://repository.ulb.ac.id/id/eprint/2645 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
