INDRA GUNAWAN, NPM 2102100048 (2025) ANALISIS HUKUM TENTANG PERAN ALAT BUKTI PETUNJUK REKAMAN CLOSED CIRCUIT TELEVISION (CCTV) DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA KEKERASAN TERHADAP ORANG YANG MENGAKIBATKAN LUKA BERAT STUDI PUTUSAN NOMOR 147/PID.B/2018/PN RAP. Skripsi thesis, Universitas Labuhanbatu.
|
Text
COVER.pdf Download (362kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (297kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (331kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (292kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (307kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (159kB) |
Abstract
Tindak pidana kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka berat adalah salah satu kejahatan yang serius dan seringkali meninggalkan dampak fisik dan psikologis yang berat bagi korban. Untuk membuktikan tindak pidana semacam ini, seringkali dibutuhkan bukti yang cukup kuat, baik berupa keterangan saksi, hasil pemeriksaan medis, maupun bukti elektronik seperti rekaman CCTV. Alat bukti petunjuk, seperti rekaman CCTV, dapat menjadi bukti yang sangat krusial dalam membantu mengungkap kronologi peristiwa dan identitas pelaku. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif (normative law research) menggunakan studi kasus normatif berupa produk perilaku hukum. Pokok kajiannya adalah hukum yang dikonsepkan sebagai norma atau kaidah yang belaku dalam masyarakat dan menjadi acuan perilaku setiap orang. Berdasarkan hasil analisis terhadap Putusan Nomor 147/Pid.B/2018/PN RAP, dapat disimpulkan bahwa Peranan informasi electronik dan atau dokumen elektronik serta hasil cetakannya yang merupakan alat bukti sah, haruslah di lakukan sebagai suatu upaya penegakan hukum yang di dasari permintaan dari Kepolisian, Kejaksaan dan institusi penegak hukum lainya. Di peroleh atas dasar ketentuan undang-undang. Dijamin keutuhan serta orisinalitas informasi yang dapat di pertanggungjawabkan, dapat diakses, dan dapat ditampilkan, sehingga menerangkan suatu keadaan. Sehingga apabila telah terpenuhinya salah satu dan atau ketiga dari kreteria tersebut maka informasi elektronik dan dokumen elektronik serta hasil cetaknya memiliki peranan sebagai alat bukti sah menurut hukum acara yang berlaku sepanjang dimaknai khususnya frase informasi electronik serta dokumen electronik sebagai alat bukti, dan Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pidana dalam putusan nomor 147/Pid.B/2018/PN RAP tentang tindak pidana penganiayaan adalah Majelis Hakim sudah melihat dari segala aspek-aspek mulai dari hal-hal yang meringankan dan memberatkan Terdakwa, yang didukung oleh alat bukti serta unsur-unsur yang terdapat di Pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHP. Kata Kunci :Alat Bukti, CCTV, Tindak Pidana, Kekerasan, Luka Berat
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Alat Bukti, CCTV, Tindak Pidana, Kekerasan, Luka Berat |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum |
| Depositing User: | Unnamed user with email repository@ulb.ac.id |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 07:53 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 07:53 |
| URI: | http://repository.ulb.ac.id/id/eprint/2089 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
