LISTINA, NPM 2202100044 (2026) IMPLIKASI PUTUSAN VERSTEK DALAM PERKARA GUGATAN PERCERAIAN YANG DILAKUKAN OLEH ISTRI KEPADA SUAMI DI TINJAU DARI KAJIAN YURIDIS SOSIOLOGIS (STUDI PUTUSAN NOMOR 105/PDT.G/2025/PN RAP). Skripsi thesis, Universitas Labuhanbatu.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (539kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (675kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (535kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (657kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (517kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (530kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis implikasi putusan verstek dalam perkara gugatan cerai yang diajukan istri terhadap suami melalui pendekatan yuridis sosiologis, secara khusus pada Putusan Nomor 105/Pdt.G/2025/PN Rap di Pengadilan Negeri Rantauprapat. Putusan verstek adalah keputusan yang dikeluarkan hakim tanpa kehadiran tergugat di persidangan, meskipun telah dipanggil dengan prosedur yang sah dan tepat. Fenomena tersebut kerap muncul dalam kasus perceraian, di mana tergugat tidak memenuhi panggilan sehingga proses peradilan tetap berlanjut guna menjamin kepastian hukum serta prinsip peradilan yang sederhana, cepat, dan hemat biaya. Jenis penelitian yang diterapkan adalah yuridis sosiologis dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis putusan pengadilan, serta wawancara dengan hakim Pengadilan Negeri Rantauprapat. Penelitian ini membahas landasan hukum pemberian putusan verstek dalam kasus perceraian beserta pertimbangan hakim dalam mengeluarkannya. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dasar hukum putusan verstek pada perkara perceraian diatur dalam Pasal 125 HIR dan Pasal 149 RBg, yang memberikan wewenang kepada hakim untuk menyelesaikan perkara jika tergugat absen setelah pemanggilan yang sah dan patut. Pada Putusan Nomor 105/Pdt.G/2025/PN Rap, hakim mengeluarkan putusan verstek setelah memverifikasi bahwa pemanggilan Tergugat telah dilakukan secara resmi dan gugatan Penggugat didukung bukti yang memadai. Dari sudut pandang sosiologis, ketidakhadiran tergugat sering kali mencerminkan konflik rumah tangga yang telah berlangsung lama serta ketidakseimbangan hubungan keluarga. Dengan demikian, hakim tidak hanya memerhatikan aspek hukum, melainkan juga kondisi sosial para pihak agar putusan yang dihasilkan tetap menjunjung rasa keadilan. Kata Kunci: Putusan Verstek, Gugatan Perceraian, Yuridis Sosiologis, Putusan Pengadilan
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Putusan Verstek, Gugatan Perceraian, Yuridis Sosiologis, Putusan Pengadilan |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Hukum |
| Depositing User: | Unnamed user with email repository@ulb.ac.id |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 03:17 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 03:17 |
| URI: | http://repository.ulb.ac.id/id/eprint/2162 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
