ANALISIS KRIMINOLOGI TERHADAP IMPLEMENTASI PENEGAKAN HUKUM PELAKU RESIDIVIS TINDAK PIDANA NARKOTIKA (STUDI POLRES ASAHAN)

YUNDA IHDA MADANI, NPM 2102100157 (2026) ANALISIS KRIMINOLOGI TERHADAP IMPLEMENTASI PENEGAKAN HUKUM PELAKU RESIDIVIS TINDAK PIDANA NARKOTIKA (STUDI POLRES ASAHAN). Skripsi thesis, Universitas Labuhanbatu.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (139kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (322kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (101kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (459kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (89kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (189kB)

Abstract

Residivisme secara istiah dipahamkan sebagai adanya perbuatan kejahatan berulang, pelaku tindak pidana mengalami penangkapan kembali (rearrest), adanya pemberian sanksi pidana kembali, dan pemberian sanksi pidana penjara kembali. Penggulangan atau residivis Narkotika terdapat dalam hal seseorang telah melakukan beberapa tindakan, yang masing-masing merupakan kejahatan yang terpisah, satu atau lebih di antaranya telah divonis oleh pengadilan. Penelitian yang penulis gunakan dalam hal ini yaitu menggunakan Penelitian hukum Normatif Empiris yang mengkaji tentang implementasi ketentuan hukum positif peraturan perundang-undangan pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat guna mencapai tujuan dalam mewujudkan kepastian dalam penegakan hukum di Polres Asahan. Implementasi Penegakan Hukum Pelaku Residivis Tindak pidana narkotika di Wilayah Hukum Polres Asahan (Studi Kasus LP/ A/ 94/ III/2025/ SPKT.Sat Res Narkoba/ Polres Asahan/ Poldasu, tanggal 12 Maret 2025, berdasarkan unsur-unsur pasal 112 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika yaitu 1) Setiap Orang. 2) Tanpa Hak Melawan Hukum dan 3)Menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, Atau menyerahkan Narkotika Golongan I yang dilakukan DR (tersangka) telah terpenuhi melakukan Tindak Pidana Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ditetapkannya pelaku yang berinisial DR sebagai tersangka, bahwa Penegakan hukum terhadap residivis dalam tindak pidana narkotika diwilayah polres asahan merupakan upaya dalam mewujudkan efek jera bagi pelaku residivis tindak pidana narkotika. Faktor Penyebab Residivis Tindak Pidana Narkotika di Wilayah Hukum Polres Asahan yaitu adanya faktor internal yaitu: Kecanduan Biologis/Fisik: Kondisi Psikologis dan Mental, Lemahnya Kontrol Diri: Rasa Ingin Tahu dan Mencari Sensasi, Karakteristik Kepribadian dan Kurangnya Motivasi untuk Sembuh, sedangkan faktor eksternal yaitu Faktor Lingkungan dan Sosial, Faktor Ekonomi, Faktor Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Faktor Keluarga.Penegakan Hukum Residivis Tindak Pidana Narkotika seyogyanya berkolaborasi dengan partisipasi masyarakat diharapkan berperan secara aktif dan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap Kepolisian Satresnarkoba Polres Asahan, cara mendukung ini dapat dilakukan dengan melaporkan ke pihak penegak hukum jika mengetahui tindak pidana penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Asahan. Bagi Keluarga hendaknya lebih memperhatikan sikap dan lingkungan pergaulan sanak saudara mereka dan menjaga hubungan yang baik dan harmonis dalam keluarga sehingga meminimalisir terjadinya pengulangan kejahatan penyalahgunaan narkotika. Kata Kunci: Kriminologi, Implementasi Penegakan Hukum, Residivis Tindak Pidana Narkotika

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kriminologi, Implementasi Penegakan Hukum, Residivis Tindak Pidana Narkotika
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Hukum
Depositing User: Unnamed user with email repository@ulb.ac.id
Date Deposited: 03 Jun 2026 03:35
Last Modified: 03 Jun 2026 03:35
URI: http://repository.ulb.ac.id/id/eprint/2466

Actions (login required)

View Item View Item