ANALISIS PATOLOGI SOSIAL DALAM PEMBINAAN NARAPIDANA PEREMPUAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II A MEDAN

SEVEN AGUSTINUS PARSAORAN SINAGA, NPM 2102100058 (2025) ANALISIS PATOLOGI SOSIAL DALAM PEMBINAAN NARAPIDANA PEREMPUAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II A MEDAN. Skripsi thesis, Universitas Labuhanbatu.

[img] Text
COVER.pdf

Download (238kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (203kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (617kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (331kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (737kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (297kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (304kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Peran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Medan dalam Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan dan Faktor-faktor kendala bagi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Medan dalam pembinaan Narapidana. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian Normatif-Empiris. Hasil Penelitian & Pembahasan: 1. Peran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Medan dalam Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan yaitu melaksanakan program pembinaan di Lapas dengan dua aspek utama yaitu: 1. Pembinaan kepribadian (kesadaran hukum, agama, mental, moral melalui interaksi dan pendekatan individual) misalnya, kegiatan ibadah, pengajian, kebaktian bagi yang agama Nasrani, kegiatan olahraga senam dll. 2. Pembinaan kemandirian (pelatihan keterampilan dan kewirausahaan agar napas perempuan dapat reintegrasi ke masyarakat) misalnya, kegiatan pembuatan ulos, pembuatan handycraft, kegiatan menjahit, kegiatan ketahanan pangan berupa hidroponik.” 2. Faktor-faktor kendala bagi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Medan dalam melakukan pembinaan Narapidana Perempuan yaitu: a. Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas, Bahwa SDM merupakan faktor utama bagi Lapas Kelas II A Medan dalam melakukan program pembinaan Narapidana perempuan. Keterbatasan jumlah dan kompetensi petugas pembinaan, serta kekurangan tenaga ahli seperti psikolog, psikiater, sosiolog, dan instruktur keterampilan teknis. Kondisi ini dianggap sebagai hambatan struktural utama. Faktor kurangnya SDM menjadi kendala bagi Pihak Lapas Perempuan Kelas II A Medan, dan 2. Kurang Memadainya sarana fasilitas, bahwa Ruang pembinaan sering overcapacity, fasilitas seperti peralatan kerja dan kesehatan terbatas atau rusak, serta kurangnya ruang khusus untuk kegiatan pembinaan. Ini mengurangi kualitas dan efektivitas pelaksanaan program. Kata Kunci : Patologi Sosial, Pembinaan, Narapidana Perempuan, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Patologi Sosial, Pembinaan, Narapidana Perempuan, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Hukum
Depositing User: Unnamed user with email repository@ulb.ac.id
Date Deposited: 22 Sep 2026 02:46
Last Modified: 22 Sep 2026 02:46
URI: http://repository.ulb.ac.id/id/eprint/2845

Actions (login required)

View Item View Item